Always On
Ini
adalah cerita ku , semua berawal dari tempat kecil yang menyimpan kebahagiaan
dan kesedihan yaitu keluarga. Engsel pintu yang berdecit karena belum diberi
oli sebagai pelumas, layaknya anak yang mengoceh saat tidak diberi kasih sayang
oleh orang tuanya. Embun pagi hari yang murni telah menetes dari daun kehidupan
menuju lembah curam bagai tanah pijakan yang dinamakan dunia. Sinar matahari
menerpa, menjadi penerang sang anak untuk selalu berpijak di lembah curam
tersebut berdasarkan pemikiran yang berupa logika. penyesuaian sangat
diperlukan karena hidup ini tidaklah lurus.
***
Minggu,
26 agustus 2009 tepatnya pukul 08:00 pagi, terjadi perseteruan antara orang
tuaku, aku belum tahu apa masalah yabg sedang mereka hadapi. aku hanya bisa
terdiam dan termenung memandangi tembok berwarna hijau yang lama kelamaan
menjadi hitam karena ada noda yang menempel. segala sesuatu tentang itu telah
merubah hidupku, malas untuk mengukir sejarah di negeri penuh penderitaan ini,
pernah sekali kubertanya pada lantai " hai lantai apakah engkau rela terus
menerus diinjak-injak? , pernahkau berpikir mencoba lari daru kenyataan
tersebut?". hari demi hari kulewati banyak teman teman yang telah menjadi
tempat pelampiasan amarahku. tumbuhnya amarah ini mengakibatk an aku dijauhi
oleh teman temanku.
Tangan
gemetar, sesak nafas, susah bergerak, itu semua telah menjadi teman akrabku,
tapi setidaknya Dia masih memberiku waktu untuk berbuat baik walu hanya senyum
palsu dari kesedihanku. Saat bulan
muncul bersama bintang, saat itulah aku bisa berpikir jernih tentang dunia yang
fana ini, berpikir bagaimana semua ini bisa terjadi padaku.kubertabya pada
dinginnya malam "apakah karena kaki ini pernanh melangkah untuk
kejahatan?atau tangan ini yang pernah berlaku kasar kepada orang lain atau
bahkan mulut ini pernah menancapkan paku ke hati saudaraku, apa salahku ?
" . Setelah kian lama aku hidup dalam ketiakadilan dunia yang hanya drama
ini. "mungkin di sebrang san ada yang lebih burk keadaanya daripada
aku" pikirku. aku mulai berpikir ulang untuk bangkit dan mulai memperbaiki
diri dari ujung rambut sampai ujung kaki yang pernanh melakukan kesalahan
kepada saudara-saudara seimanku. kisah kebangkitan tidaklah seperti sinetron
yang langsung berubah 180 derajat tanpa adanya usaha yang lebih. perlu sebuah
proses yang sangat panjang untuk melninggalkan pengalaman kelam tersebut. Usaha
pertamaku adalah dengan menekuni sholat lma waktu dengan tepat waktu, kemudian
beranjak ke belajar membaca Al-Qur'an dan memahaminya , setelah itu mengamalkan
sunah sunah rasulullah dan menjalankan kewajiban umat muslim lainnya. aku juga
sangat suka membaca bioagrafi orang orang hebat dimasanya dan aku teringat
salah seorang ulama yaitu masruq bin ajda' yang mencari ilmu sebera jauhpun
mata memandang. dan juga ketabahan urwah bin az-zubair yang memotivasiku untuk
berubah menjdi hamba-Nya yang lebih bersabar. bersabar bersabar dan trus
bersabar . ketika gelap yang menjadi penrrangan hanyalah lampu, mungkin itu
adalah pemikiran orang awam tetapi saat kita mendapat masalah dan duniapun
menjadi gelap maka disitulah akan muncul hidayah yang tidak kita sangka sangka
maka dari itu penerangan hidup ini hanya lah dai ALLAH yang maha kekal. gelap
dalam hidupku sedikit demi sedikit mulai sirna , muncul harapan baru dan kekuatan
baru.
Selang
5 bulan akhirnya muncul titik terang dalam kegelapan yang sangat gelap, orang
tuaku iba melihat anakknya yabg tersiksa dengan kelakuan yang berbanding
yerbalik dengan ajaran islam. mereka mencoba untuk menjalin kebahagian lagi
tentunya bersamaku .aku tahu ALLAH akan menjawab doaku, tanda bahwa Dia sayang
kita adalah saat kita diberi ujian atau cobaan dan krmudian apa yang akan kita
lakukann adalah terus mengigat-Nya, InsyaALLAH kita termasuk orang yabg
dicintai oleh ALLAH .
Mungkin
dari masalah yang kuhadapi kemarin dapat menjadi himpunan atau tumpukan
evaluasi untuk aku dan keturunanku kelak.